SiapTesCPNS.com - Rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) akan digelar Juli nanti. Namun, hingga pertengahan Juni ini formasi ASN untuk Kabupaten Kediri belum turun. Karenanya, pemerintah daerah masih menunggu kepastian alokasi untuk Bumi Panjalu sebelum melakukan serangkaian persiapan tahapan rekrutmen.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitasi Profesi ASN Andri Sugianto mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima formasi CASN 2024. “Masih belum (formasi CASN belum turun, Red). Kami masih menunggu hasil verifikasi BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB),” kata Andri.
Untuk diketahui, pada akhir Februari lalu BKD menyetorkan 1.000 formasi kebutuhan pegawai baru. Yaitu, 150 formasi pegawai negeri sipil (PNS) dan 850 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Khusus PNS akan dibuka untuk dua formasi. Yakni, formasi tenaga teknis dan kesehatan. Sedangkan di formasi PPPK ada tiga jenis formasi. Yaitu, formasi tenaga teknis, kesehatan, dan guru.
Dari usulan 1.000 pegawai tersebut, hingga pertengahan Juni ini BKD masih menunggu kepastian jumlah yang disetujui. Demikian pula untuk detail jumlah usulan CPNS dan PPPK di tiap formasi.
Tak hanya jumlah formasi, menurut Andri pihaknya juga masih menunggu waktu yang pasti tentang pelaksanaan rekrutmen. Sebelumnya KemenPAN-RB berencana menggelar rekrutmen pada Juli-Agustus ini. “Tapi ini masih belum terbit juknisnya (petunjuk teknis rekrutmen CASN, Red),” terang Andri.
Andri memprediksi, sebelum rekrutmen di daerah, pemerintah akan mendahulukan rekrutmen pegawai untuk tingkat pusat lebih dulu. Yakni, pada Juni-Juli nanti.
Setelah rekrutmen pegawai di tingkat pusat selesai digelar, barulah rekrutmen pegawai daerah dilakukan secara serentak. Jika nantinya KemenPAN-RB tidak menerbitkan juknis baru, berarti rekrutmen CASN mengacu pada juknis tahun lalu.
“Baik untuk CPNS maupun untuk P3K,” jelasnya.
Dengan belum adanya penetapan formasi dan juknis dari pusat, Andri mengimbau masyarakat agar menunggu informasi resmi dari BKD. Sehingga, mereka tidak terjebak informasi palsu atau hoax yang menyesatkan. “Untuk seluruh proses dan rangkaian rekrutmen dan seleksi CASN gratis. Tidak dipungut biaya. Jadi jangan percaya dengan oknum yang memberi janji bisa memasukkan seseorang sebagai ASN dengan imbalan atau biaya tertentu,” tandasnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menyebut dewan sudah mengevaluasi pelaksanaan rekrutmen CASN di Kabupaten Kediri. Dia meminta agar informasi rekrutmen disebarluaskan. Sehingga, partisipasi masyarakat bisa maksimal. “Komisi I DPRD sudah melakukan pembahasan terkait hal itu (rekrutmen CASN, Red),” ungkap Dodi.
Sementara itu, Besari Arkan Amrullah, 23, salah satu guru honorer di Kecamatan Mojo mengaku rutin mencari informasi CPNS. Di saat yang sama, dia bersiap mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan agar bisa dapat sertifikat pendidik. “Kalau lolos PPG prajabatan nanti bisa mendapat sertifikat pendidik dan bisa daftar CPNS,” paparnya. (Sumber: jawapos.com)